|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
(untuk kalangan tertentu)

JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menindaklanjuti laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum Polda Metro Jaya, perihal dugaan pencabulan oleh seorang habib kondang berinisial 'H', terhadap sejumlah santrinya.
Polisi telah melakukan serangkaian pemeriksaan, baik terhadap terlapor maupun ke-11 saksi korban. Kasus ini masih dalam penanganan aparat Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan ini. Namun ia belum akan menjelaskan secara rinci. "Besok --red: Rabu (8/2)-- sajalah akan saya jelaskan kasusnya," kata Rikwanto.
Ia juga mengamini jika kasus yang dilaporkan ini, sudah berlangsung lama. Namun baru dilaporkan pihak keluarga korban pada 16 Desember 2011 lalu.
Apa alasannya, ia juga belum bisa memastikan. Karena kasus ini masih didalami polisi. "Kasusnya masih terus didalami," lanjutnya
Terkait kasus ini, sumber di lingkungan Polda Metro Jaya menyebutkan, sejak dilaporkan ke Polda Metro Jaya penyidik dari gabungan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dan Subdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) sudah memeriksa 11 remaja yang menjadi korban.
Bahkan penyidik juga sudah memeriksa Habib H. Namun yang bersangktuan masih berstatus sebagai saksi. Sebelumnya, seorang habib berinisial H diadukan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan mencabuli 11 orang remaja. Peristiwanya sudah berlangsung pada tahun 2002 lalu.REPUBLIKA.CO.ID
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya), Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab mengatakan, lembaga kepolisian bukan organisasi "profit" untuk mencari keuntungan.
"Kepolisian adalah lembaga pelayanan publik," kata Untung saat memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) pejabat utama Polda Metro Jaya di Jakarta, Jumat.
Untung memberikan amanat fungsi lembaga kepolisian kepada para pejabat utama Polda Metro Jaya yang menempati posisi baru maupun yang mengikuti sekolah perwira tinggi (Sespati).
Pada kesempatan itu, Untung menuturkan proses mutasi atau pergantian jabatan merupakan hal biasa dalam lembaga kepolisian.
Mantan Kapolda Jawa Timur itu, menyampaikan pesan, agar pejabat baru di Polda Metro Jaya harus bisa menyesuaikan di lingkungan pekerjaan.
Selain itu, Untung juga meminta mantan pejabat Polda Metro Jaya yang mengikuti Sespati, agar memanfaatkan pendidikan untuk menambah wawasan dan komitmen kepada masyarakat.
"Ada hal yang ditemukan selama pendidikan, namun tidak ada di luar," ujar Untung.
Beberapa pejabat utama di Polda Metro Jaya menjalani mutasi, yakni Kepala Bidang Propam, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hari Harnowo menggantikan Kombes Pol Agusli Rasyid yang mengikuti Sespati.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum, Kombes Pol Toni Hermanto menggantikan Kombes Pol Gatot Eddy Pramono, Direktur Intelkam, Kombes Pol Awan Samodra menggantikan Kombes Pol Irlan yang menjalani Sespati.
Selanjutnya, Direktur Obyek Vital, Kombes Pol Adi Cahyo Hurip menggantikan Kombes Pol Suntana yang menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat sebelumnya ditempati Kombes Pol Setija yang mengikuti Sespati. (ANTARA)
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi, Untung S Rajab, Senin (20/2/2012) menasihati Alba Fuad (AF) di ruangannya agar tak lagi mengonsumsi narkoba. Menanggapi hal itu, Polda Metro mengaku tidak ada intervensi bagi Alba.
"Sama sekali tidak ada intervensi. Alba dinasihati agar tidak menggunakan narkoba lagi," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Selasa (21/2/2012).
Rikwanto menjelaskan, pemanggilan Alba dalam rangka memintai keterangan penggunaan narkoba. "Kaitannya itu hanya menanyakan langsung kenapa Alba memakai narkoba," ucap Rikwanto.
Untuk diketahui, kemarin Alba Fuad dibawa ke ruangan Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab untuk diinterogasi.
"Tadi memang dibawa ke ruangan Kapolda. Pak Kapolda interogasi dia, tanya-tanya kenapa dia pakai narkoba," singkat Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nugroho Aji, Senin (20/2/2012).(*)Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
Jakarta- Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) belum bisa memeriksa John Kei terkait dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung, karena masih menjalani perawatan.
"Dia masih terbaring menjalani perawatan usai menjalani operasi mengambil proyektil pada bagian kaki kanan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.
Kombes Rikwanto mengatakan John Kei masih menjalani perawatan pascaoperasi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, setelah petugas menembak kaki kanannya karena melawan saat hendak ditangkap.
Rikwanto menyatakan penyidik Polda Metro Jaya berupaya berkoordinasi dengan tim dokter yang menangani perawatan John Kei, guna merencanakan pemeriksaan sesuai dengan perkembangan kondisi kesehatan John Kei.
Terkait soal keluarga yang ingin menjenguk John Kei, Rikwanto menjelaskan pihak kepolisian memberikan izin menjenguk kepada keluarga pada Senin dan Kamis.
Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya menangkap John Kei dan teman wanitanya bernama Alba Fuad di salah satu hotel di sekitar Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2).
Petugas menembak betis kaki kanan John Kei, karena diduga melakukan perlawanan saat hendak ditangkap anggota kepolisian.
Pria asal Ambon, Maluku itu, diduga terlibat pembunuhan terhadap Ayung dengan motif menagih jasa pembayaran proyek senilai Rp600 juta.
John Kei dijerat Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 56 dengan ancaman maksimal hukuman mati. (ANTARA)
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Untung S Rajab menepis tudingan adanya intervensi aparat kepolisian terhadap artis Alba Fuad yang ditangkap bersama pimpinan kelompok pemuda, John Kei, di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur.
"Ini tersangka jadi opini publik. Saya ingin tahu siapa sih namanya Fuad ini. Saya nanya umurnya, janda atau punya suami. Kesehatan dia saya tanya. Kan saya ingin tahu secara persis," kata Untung saat bersilaturahmi dengan wartawan di Main Hall, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Namun, Untung menyerahkan sepenuhnya kepada publik terkait pemanggilan Alba ke ruangan kerjanya. "Silahkan saja masyarakat yang menilai."
Sebelumnya diberitakan, Alba Fuad, dibawa ke ruangan Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab untuk diinterogasi. "Tadi memang dibawa ke ruangan kapolda. Pak kapolda interogasi dia (Alba Fuad), tanya-tanya kenapa dia menggunakan narkotika," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji saat dihubungi wartawan, Senin (20/2/2012).
Alba Fuad ditangkap di Hotel C'One, Pulomas, Jumat (27/2) malam, saat polisi menggerebek John Kei. Di lokasi, polisi menemukan satu buah bong. Hasil pemeriksaan urine, Alba Fuad dinyatakan positif mengonsumsi narkotika dan ditahan di Polda Metro Jaya. [yeh]INILAH.COM
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 22 February 2012 |
|
(untuk kalangan tertentu)
Kapolda Kunjungi John Kei Alasan Kemanusiaan

Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengunjungi John Kei yang jadi tersangka pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung di Rumah Sakit (RS) Polri Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur, alasan faktor kemanusiaan.
"Polisi memerangi kejahatan dengan memerangi tindak kejahatannya bukan orangnya," kata Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya, Inspektor Jenderal Polisi Untung S Rajab di Jakarta, Rabu.
Untung mengatakan, dirinya mendatangani John Kei, guna melihat kondisi fisik dan menanyakan perkembangan kesehatannya.
Untung mengakui kegiatan mengunjungi John Kei menjadi sorotan masyarakat, namun pihaknya memiliki alasan kemanusiaan terhadap tersangka pembunuhan mantan bos PT Sanex Steel Indonesia bernama Ayung tersebut.
"Saya melihat luka tembaknya di mana, kemudian saya meminta dia (John Kei) sabar mengikuti proses hukum dan semoga cepat sembuh," ujar jenderal polisi bintang dua itu.
Sebelumnya, petugas menembak kaki kanan John Kei, karena diduga melakukan perlawanan saat hendak ditangkap di Hotel C`One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2).
Polisi menduga John Kei dan kelompoknya terkait pembunuhan Ayung dengan motif bayar jasa penagihan sebesar Rp600 juta di Swissbell-Hotel, Jakarta Pusat, 26 Januari 2012.
Saat ini, John Kei masih menjalani perawatan di RS Polri Soekanto, usai operasi pengambilan proyektil pada bagian betis kaki kanan.
Kapolda Metro Jaya sempat mendatangi John Kei di RS Soekanto pada Selasa (21/2). (ANTARA)
|
|
|