|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 27 March 2012 |
|
(untuk kalangan tertentu)
Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Selatan mengumumkan sketsa wajah dua pencuri motor yang menembak mati kamerawan senior TVRI Djuli Elfano. Ada dua orang yang diduga pelaku penembak Djuli Elfano. Yang satu wajahnya terlihat jelas, yang lain mengenakan helm. “Kami akan berupaya keras mengejar pelaku,” kata Budi di kantor Polres Jakarta Selatan, Rabu, 21 Maret 2012.
Budi mengatakan ciri-ciri pelaku diperoleh dari keterangan saksi-saksi. Saksi antara lain tetangga korban di Jalan Kalimantan, Kompleks Vila Bintaro Indah Blok B4 Nomor 2A, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari anak korban bernama Kenang Jenaya, 15 tahun. “Mereka termasuk saksi kunci,” katanya.
Menurut Budi, orang yang diduga menembak Djuli adalah orang yang tidak mengenakan helm saat beraksi. Ciri-cirinya, berambut pendek rapi dan sedikit ikal. Bertubuh kurus, memakai jaket denim berwarna gelap, berkulit sawo matang, dan tinggi badan sekitar 170 sentimeter. Pelaku diperkirakan berusia 35 tahun.
Pelaku lainnya yang mengenakan helm sepenuh muka saat beraksi diketahui bertubuh gemuk dan kekar, memakai jaket, tinggi kira-kira 170 sentimeter. Usianya diperkirakan 30 tahun. Lantaran memakai helm, polisi tak bisa membuat sketsa wajahnya.
Penembakan Djuli terjadi pada Sabtu, 17 Maret 2012 siang lalu di depan rumah korban. Diduga pelaku berniat mencuri sepeda motor korban, Suzuki Satria FU bernomor polisi B-6481-WEP, yang kebetulan terparkir di depan rumahnya. Salah satu pelaku sudah menunggangi motor itu. Djuli yang kebetulan keluar rumah memergokinya. Pelaku panik dan kemudian melepaskan tembakan.
Polisi berupaya membuka arsip-arsip lama residivis yang dulu terlibat pencurian kendaraan bermotor. “Kami akan minta bantuan Markas Besar Polri juga,” kata Budi. Namun, proses itu butuh waktu agak lama. “Sebab, data itu ada ribuan,” ujarnya.
Jika masyarakat menemukan orang yang ciri-cirinya mirip dengan sketsa yang dipublikasikan, kata Budi, warga bisa segera melapor ke kantor kepolisian terdekat. TEMPO.CO
ANANDA BADUDU
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 27 March 2012 |
|
Tangerang (ANTARA) - Sebanyak 50 preman yang setiap hari beraksi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, diamankan petugas kepolisian setempat karena dianggap meresahkan pengguna jasa penerbangan.
"Para preman itu terpaksa kami amankan karena meresahkan pengguna jasa penerbangan," kata Kepala Operasional Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Udik Tanang di Tangerang, Kamis.
Menurut dia, operasi penertiban para preman itu dilakukan dengan sandi dengan tajuk "Pekat Jaya" agar pengguna jasa penerbangan di bandara terbesar di Indonesia itu merasa nyaman dan aman.
Sedangkan operasi penertiban itu dilakukan bekerja sama dengan pengelola bandara PT Angkasa Pura II sebagai pihak yang selama ini termasuk dirugikan dengan keberadaan para preman tersebut.
Namun para preman yang tertangkap tersebut setiap hari sebagai calo tiket, porter liar dan sopir taksi liar yang selalu beraksi sekitar bandara.
Meski sudah berulangkali dilakukan operasi penertiban dan kadang ditahan di sel Mapolresta Bandara, namun para preman itu tidak juga jera, kembali beraksi.
Bahkan petugas dari Kepolisian Bandara menurunkan sebanyak 75 personel dan dibantu puluhan aparat pengamanan dari PT Angkasa Pura II untuk menertibkan kawasan tersebut.
Udik Tanang mengatakan, para preman yang tertangkap itu diproses sesuai hukum yang berlaku berupa tindak pidana ringan.
Beberapa waktu lalu, calo tiket juga ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena menjual dengan harga di atas ketentuan yang berlaku sehingga calon penumpang merasa dirugikan.
Selain itu, ada juga calon penumpang dengan tujuan Banjarmasin, Kalsel dan Pangkal Pinang, Babel, tidak dapat terbang karena membeli tiket melalui calo. TRIBUNnews.com
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 27 March 2012 |
|
(untuk kalangan tertentu)
Jakarta -Nasib nahas menimpa seorang juru kamera TVRI Djuli Elfano, 47 tahun. Djuli ditemukan tewas tertembak peluru panas yang diluncurkan oleh seorang perampok kendaraan bermotor di depan rumahnya, kawasan Villa Bintaro Indah Blok B3 Nomor 2A, Jombang, Tangerang Selatan.
"Iya, betul, Djuli adalah seorang wartawan kami' kata General Manager News TVRI Amos Ginting kepada Tempo yang menghubunginya, Sabtu 17 MAret 2012. " Dia tertembak di rumah seusai dinas pagi,"
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Tempo, Djuli tertembak hingga tewas ketika tengah mempertahankan motor tetangganya yang terletak tidak jauh dari depan rumahnya. Djuli mempertahankan motor tersebut dari dua orang pria yang hendak merampas motor tetangganya.
Adapun tembakan dilepaskan karena kedua perampok panik melihat Djuli yang menyadari aksi mereka dan hendak mempertahankan motor yang diketahui bernomor B 6481 WEP. "Kasihan, padahal dia pulang ke rumah sehabis dari dinas pagi untuk beristirahat," kata Amos lagi.
Menurut Amos, Djuli juga seorang wartawan yang gampang bergaul. Ia ramah dan juga gemar terhadap peliputan peliputan olahraga.TEMPO.CO
Istman MP
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 27 March 2012 |
|
Jakarta - Suwarso, 56 tahun, pengendara sepeda motor Yahama Mio bernomor polisi B-6558 -BRY, tewas seketika setelah dilindas truk di tikungan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Senin, 26 Maret 2012. Dari fotokopi kartu identitasnya diketahui korban merupakan penduduk Jelambar Jaya IV, RT 2 RW 3, Jelambar Baru, Jakarta Barat.
Menurut Herlambang, saksi yang melihat kecelakaan itu, korban datang dari arah Jalan Daan Mogot menuju tikungan di bawah jembatan layang Pesing ke arah Jakarta Kota. "Dia mau belok, tapi diklakson. Mungkin kaget, kemudian dia jatuh," kata Herlambang, yang saat kejadian sedang berjalan dengan anak dan istrinya, Senin 26 Maret 2012.
Posisi sepeda motor Yamaha Mio milik korban saat itu berbelok di dekat truk pasir Hino dengan bernomor polisi B 9278 BL yang juga akan berbelok ke arah Jakarta Kota. Menurut Herlambang, setelah diklakson, motor jatuh ke kanan, kemudian kepala korban terlindas oleh roda belakang truk. "Kepalanya remuk, dia langsung tewas di tempat," ujarnya.
Supir truk itu, Yan Hangpinton, setelah kejadian langsung mengamankan diri ke pos polisi Pesing. Dari pos ini Yan Hangpinton dibawa ke Unit Laka Lantas Polres Jakarta Barat untuk diperiksa. Pelaku diketahui merupakan penduduk Jalan Mawar RT 5 RW 4, Cibinong, Bogor.
Sementara jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunksusumo Jakarta Pusat.
Selain mengamankan motor dan truk, polisi juga mengamankan barang milik korban berupa dompet berwarna cokelat berisi uang Rp 426 ribu, sebuah telepon seluler merek Nokia, STNK, dan fotokopi KTP.TEMPO.CO
AYU PRIMA SANDI
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 27 March 2012 |
|
(untuk kalangan tertentu)
Jakarta - Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), konsumen bakal menemui pasukan berseragam di stasiun pengisian bahan bakar yang ada di Jakarta dan sekitarnya mulai besok, 27 Maret 2012.
Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan pihaknya bersama TNI akan mengerahkan personel di tiap SPBU untuk mengantisipasi gelombang demonstrasi kenaikan harga BBM yang bakal terjadi besok. “Di masing-masing (SPBU) ada 10 sampai 15 orang,” ujarnya kepada wartawan, Senin 26 Maret 2012.
Rikwanto mencatat ada 540 unit SPBU di Jabodetabek. Di Jakarta Pusat ada 26, Jakarta Utara 37, Jakarta Barat 60, Jakarta Selatan 102, Jakarta Timur 64, Kota Tangerang 51, Kabupaten Tangerang 46, Kota Bekasi 58, Kabupaten Bekasi 55, Depok 40, dan Bandara Soekarno-Hatta satu unit.
Tidak hanya itu, depo Pertamina di Plumpang dan Digul, Koja, Jakarta Utara, juga dijaga masing-masing 100 personel. “Semua personel siaga 1. Tidak ada yang izin,” kata Rikwanto. Mereka akan berjaga di lokasi SPBU, tapi tidak sampai mengawal distribusi minyak.
Secara keseluruhan, sebanyak 22 ribu personel Polri dan TNI disiagakan untuk mengamankan unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM besok. Jumlah itu terdiri dari 14 ribu personel polisi dan 8 ribu personel TNI. Selain SPBU, mereka juga berjaga di titik-titik fokus berkumpulnya demonstran, yaitu di Bundaran HI, gedung MPR-DPR, depan Monas, dan Istana Merdeka.TEMPO.CO
ATMI PERTIWI
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 27 March 2012 |
|
Jakarta -– Nasib naas dialami Brigadir Jaka Setiawan dan Brigadir Erry Sasongko. Dua polisi satuan Sabhara Kepolisian Sektor Setu itu ditembak kawanan penjahat saat sedang berpatroli di daerah desa Burangkeng, kecamatan Setu, Bekasi Kabupaten, pada Minggu 25 Maret 2012 dini hari. Beruntung tembakan tersebut meleset sehingga tidak menciderai mereka.
Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan aksi penembakan tersebut terjadi setelah kedua polisi yang berpatroli hendak menghampiri sekelompok orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Belum sempat didekati, salah seorang dari mereka melepaskan tembakan ke arah Erry.
Setelah mendengar suara letupan, Jaka berupaya membantu. Ia menarik pelatuk menembakan pistol ke arah kawanan penjahat yang terdiri atas enam orang itu. Tembakannya juga meleset. Jaka malah diserang balik oleh kawanan penjahat. “Mereka mengejar Jaka hingga ke mobil patroli,” kata Rikwanto di Markas Polda Metro Jaya pada Minggu 25 Maret 2012g.
Jaka dikeroyok dengan senjata tajam. Ia terluka terkena bacokan di kepala dan pelipis mata kanan. Lantaran kalah jumlah, Jaka berupaya melarikan diri tapi terus dikejar. Kali ini penjahat itu mengejar dengan dua motor yang ditunggangi empat orang. “Jaka ditabrak pelaku dengan dua motor itu,” kata Rikwanto. Setelah itu pelaku melarikan diri. Erry juga sempat dihajar penjahat, ia dibacok tetapi tidak parah lukanya.
Rikwanto mengatakan empat dari enam penjahat kabur menggunakan dua sepeda motor. “Dua lagi lari,” katanya. Penjahat-penjahat itu tidak menggunakan helm maupun penutup wajah malam itu. Diduga mereka hendak melakukan suatu kejahatan, tapi belum sempat beraksi. Rikwanto mengatakan di daerah tersebut memang banyak toko-toko.
Polisi belum mengetahui identitas penjahat yang menyerang dua polisi itu, kendati Erry masih mengingat ciri-ciri pelaku yang menyerangnya. “Ada yang dikenali, tapi suasana saat itu malam, jadi perlu didalami dulu,” katanya.
Polisi menghimbun beberapa barang bukti di lokasi kejadian, antara lain dua selongsong peluru dari pistol pelaku, juga dua peluru aktif. Erry dan Jaka saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Cibitung. Kasusnya akan ditangani Kepolisian Sektor Setu dan Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten.TEMPO.CO
ANANDA BADUDU
|
|
|