Login Anggota






Lupa Password?
Belum ada akun? Daftar

Koban

Berita-berita
8.000 TNI Bantu Amankan Demo di Jakarta PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 16 April 2012

(untuk kalangan tertentu)

Jakarta- Pihak Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) meminta bantuan sebanyak 8.000 personil TNI untuk mengamankan unjuk rasa anti kenaikan BBM di sejumlah kawasan penting.
"TNI tidak langsung berhadapan dengan masyarakat, mereka berjaga di sekitar obyek vital," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.
Rikwanto mengatakan Polda Metro Jaya mensiagakan 22.000 personil termasuk 8.000 anggota dari TNI yang di tempatkan di kawasan obyek vital, seperti pelabuhan, bandara dan jalan tol.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menerima laporan sekitar 8.000 orang akan berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan digelar pada Selasa (27/3) besok.
Para pendemo akan melakukan aksi tersebar di wilayah Jabodetabeka, terutama di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Istana Presiden dan Gedung DPR/MPR RI.
Rikwanto menyebutkan kepolisian memiliki kewenangan meminta bantuan kepada TNI sesuai undang-undang Polri untuk menjaga ketertiban umum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap informasi yang beredar soal akan ada unjukrasa anarkis dari sejumlah elemen masyarakat.
"Kita berharap unjuk rasa berjalan tertib, apabila masyarakat terganggu dengan informasi demo anarkis, maka laporkan saja kepada kepolisian," ujar Rikwanto.
Aparat Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh dan peserta aksi demo, yang memastikan unjukrasa akan berjalan tertib.
Di sejumlah wilayah Jakarta, pada Senin ini sudah terlihat barisan pasukan TNI dari kesatuan marinir Angkatan Laut bersiaga seperti di daerah Taman Monas dan kawasan depan Istana Merdeka. (tp) (ANTARA)

 

 
2,5 Persen Penduduk Maluku Utara Pemakai Narkoba PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 16 April 2012

(untuk kalangan tertentu)

2,5 Persen Penduduk Maluku Utara Pemakai Narkoba
Ternate - Setidaknya tercatat 17.823 dari 717.400 jumlah penduduk usia 10-56 tahun di Maluku Utara atau hampir 2,5 persen merupakan pemakai narkoba. Akibatnya, Maluku Utara menjadi daerah terbesar keempat pemakai narkoba di Indonesia.
Kepala Badan Narkoba Provinsi Maluku Utara Komisaris Besar Elly Jalaludin mengatakan tingginya pemakai narkoba di Maluku Utara disebabkan oleh aktivitas penyelundupan narkoba di Maluku Utara mengalami peningkatan yang cukup signifikan lima tahun terakhir.
Maluku Utara secara geografis merupakan daerah kepulauan yang membuat aktivitas penyelundupan sulit terpantau secara menyeluruh. »Banyak pelabuhan tikus dan masih minimnya sarana pendukung membuat narkoba semakin leluasa masuk di Maluku Utara. Karena itu lima tahun terakhir ini kami menjadikan narkoba menjadi musuh utama,” kata Elly yang dihubungi Tempo, Minggu, 15 April 2012.
Menurut Elly, pemakai narkoba di Maluku Utara umumnya lebih banyak didominasi kelompok anak muda usia produktif dari 20 tahun hingga 47 tahun. Selain itu, narkoba di Maluku Utara saat ini juga telah menyentuh semua kalangan masyarakat termasuk kelompok anak-anak.
»Oleh sebab itu, penindakan kasus narkoba di Maluku Utara akan dilakukan tegas,” ujar Elly. »Kami tidak akan menoleransi siapa pun yang sengaja merusak generasi bangsa ini dengan narkoba,” ujarnya.
Mantan Kabid Humas Polda Maluku Utara ini menuturkan, berdasarkan hasil penelitian Pusat Data Kesehatan Universitas Indonesia dan Badan Narkoba Nasional tahun 2010, Maluku Utara telah menjadi wilayah yang sangat rawan praktek penyelundupan narkoba jalur internasional. Selain itu, banyak generasi muda Maluku Utara berpotensi menjadi pemakai narkoba.
»Jadi saya mengimbau agar masyarakat juga bisa turut serta memerangi narkoba bersama-sama. Kami berharap semua kalangan masyarakat juga bisa menjadikan narkoba sebagai musuh bersama,” ujar Elly.
Di lain pihak, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Kasman Hi Achmad mengatakan memerangi narkoba saat ini memang harus menjadi tanggung jawab bersama. Di tingkat pendidikan seharusnya ada muatan lokal yang memasukkan materi bahaya narkoba sebagai pelajaran di sekolah. Selain itu, pemerintah juga harus bisa berperan aktif dalam hal perumusan kebijakan yang jelas dalam memerangi narkoba. »Ini penting agar generasi muda kita selamat dari narkoba,” ujarnya.
Menurut Kasman, untuk Maluku Utara, langkah memerangi narkoba terlebih dahulu harus dilakukan dengan membentuk kader antinarkoba di setiap desa. Tujuannya tidak lain adalah sebagai agen informasi untuk aparat kepolisian. »Apalagi Maluku Utara secara geografis sulit dipantau. Jadi memang pelibatan masyarakat secara penuh penting dilakukan,” ujar Kasman. TEMPO.CO
BUDHY NURGIANTO
 

 
Anggota Geng Motor Berbadan Tegap Berambut Cepak PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 16 April 2012

(untuk kalangan tertentu)

JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan berdasarkan keterangan dari masyarakat diketahui para pelaku kelompok bermotor di tiga lokasi berbeda Jumat (13/4/2012) dini hari tadi berciri berbadan tegap dan berambut cepak.
"Dari keterangan yang dihimpun masyarakat sekitar pelakunya itu berbadan tegap dan berambut cepak," ucap Rikwanto di Mapolda Metro Jayat.
Dijelaskan Rikwanto, para pelaku ini memang berniat kekacauan. "Mereka merusak, mencuri dan sasarannya ini orang-orang yang nongkrong. Dan dianggap musuh bersama," jelas Rikwanto.
Rikwanto menambahkan, usai mendapat laporan dari masyarakat polisi langsung mengadakan pengejaran. Dalam pengejaran yang dilakukan, kemudian terungkap ada korban dalam aksi para geng motor ini,TRIBUNNEWS.COM

 

 
KPK Tahan Dua Tersangka Cek Pelawat Seluma PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 16 April 2012

(untuk kalangan tertentu)

Jakarta - KPK menahan dua tersangka kasus cek pelawat peningkatan dana infrastruktur dan jalan Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, 2010. Keduanya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Seluma, Erwin Panama, dan Direktur Operasional PT Puguh Permai, Ali Amra.
"Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH-Pidana," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya, Jumat, 13 April.
Johan mengatakan keduanya langsung dijebloskan ke penjara untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari. Erwin dijebloskan ke Rumah Tahanan Polda Metro Jaya dan Ali di Salemba.
Kasus itu terjadi saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Seluma 2010. Saat itu Pemerintah Kabupaten Seluma menyusun Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang peningkatan dana proyek infrastruktur dan peningkatan jalan selama lima tahun.
Bupati Seluma Murmar Effendy diduga memberikan cek pelawat terhadap 30 anggota DPRD Seluma. Cek yang masing-masing berisi Rp 100 juta itu diduga untuk meloloskan peraturan daerah tersebut. Murmar pun ditahan dan telah divonis selama dua tahun penjara.
Erwin dan Ali yang digelandang KPK ke mobil tahanan menolak memberi komentar kepada wartawan. Keduanya hanya tersenyum sambil menunduk. Mata keduanya pun kelihatan memerah dan berair.  TEMPO.CO
TRI SUHARMAN

 

 
Pasca-Gempa Aceh, 34 Napi LP Benteng Sigli Belum Kembali PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 16 April 2012


(untuk kalangan tertentu)

JAKARTA - Sebanyak 34 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakat (LP) Benteng, Kota Sigli Kabupaten, Pidie Aceh yang sempat dilepas pada saat gempa melanda masih belum kembali.
Gempa yang mengguncang kota Serambi Mekah pada Rabu (11/04) sore itu membuat para petugas Lapas demi nama kemanusiaan melepas puluhan napi yang sedang berada dalam tahanan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Muhammad Taufik menuturkan sebanyak 34 napi belum kembali pasca-gempa Aceh berakhir.
Taufik menegaskan jika puluhan napi tersebut tidak melarikan diri dan juga tidak sengaja dibiarkan kabur. Ia melanjutkan mereka dilepas karena kondisi yang memaksa karena gempa bisa berakibat fatal, sehingga Lapas mengambil kebijakan untuk melepas para napi tersebut.
"Para napi keluar atas pertimbangan LP, kalau enggak balik ada tahapannya nanti, bisa jadi dilakukan penjemputan oleh Polda," ujar Taufik saat jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (13/04). Taufik menuturkan jika polisi juga telah mengimbau kepada seluruh keluarga napi tersebut untuk memberikan informasi tentang keberadaan para napi itu.REPUBLIKA.CO.ID

 

 
KPK Tetapkan Tersangka Untuk Kepala Dinas PU Seluma PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 16 April 2012

(untuk kalangan tertentu)

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (27/3), mengumumkan penetapan status tersangka kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seluma, Erwin Panama. Ia dianggap terlibat dalam kasus suap yang melibatkan atasannya, Bupati Seluma, Murman Effendi.
"Dari hasil pengembangan penyidikan terhadap dugaan suap yg dilakukan oleh bupati Seluma, KPK telah meningkatkan status EP (Kepala Dinas PU Seluma) sbg tersangka," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, melalui pesan singkatnya, Selasa (27/3).
Terkait kasus ini, Bupati Seluma Nonaktif, Murman Effendi telah divonis dengan hukuman penjara selama dua tahun. Selain pidana penjara, Murman juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 150 juta, subsider tiga bulan kurungan.
Dalam vonis untuk Murman itu disebutkan, dia bersama Kadis PU Kabupaten Seluma, Erwin Panama, dan Direktur Operasional PT Puguk Sakti Permai (PSP), Ali Amra, serta Murman telah menyuap 27 anggota DPRD. Setiap anggota DPRD Seluma diberikan cek senilai Rp 100 juta dan uang tunai mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
Tujuan Murman menyuap anggota DPRD adalah agar terjadi perubahan peraturan daerah (Perda) terkait pelebaran jalan di wilayah Seluma. Perubahan perda ini mengakibatkan pembengkakan anggaran sebesar Rp 31,5 miliar. Total anggaran poyek pembangunan jalan menjadi Rp 381,5 miliar.REPUBLIKA.CO.ID

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 7 - 12 of 4635
RSS 2.0 Our site is valid CSS Our site is valid XHTML 1.0 Transitional